2. 2. Landasan Perjuangan Asas Tamansiswa 1922
Asas
Tamansiswa 1922 adalah keterangan asas Tamansiswa yang disampaikan oleh Ki Hadjar
Dewantara pada pidato pembukaan perguruan Tamansiswa tanggal 3 Juli 1922 di
Yogyakarta Asas itu dalam Piagam Perjanjian Pendirian Persatuan Tamansiswa
tahun 1930 dijadikan salah satu syarat pendirian Persatuan Tamansiswa.
Melalui piagam perjanjian itu
disebutkan bahwa asas itu harus tetap hidup sebagai pokok yang tidak boleh
berubah, tidak boleh disangkal, dan tidak boleh dikurangi, selama nama
Tamansiswa masin hidup terpakai.
Sejak berdirinya Tamansiswa 3 Juli
1922 sampai dengan Kongres Tamansiswa tahun 1947, Asas Tamansiswa 1922
digunakan sebagai asas perjuangan Tamansiswa. Mulai Kongres tahun 1947 sampai
dengan Kongres tahun 1984 asas itu didampingi oleh dasar perjuangan Pancadarma.
Dan sejak Kongres 1984, dalam berbangsa dan bernegara, Tamansiswa menggunakan
asas Pancasila sebagai asas organisasinya. Maka Asas Tamansiswa 1922 ditetapkan
sebagai landasan perjuangan Tamansiswa, dan Pancadarma dijadikan ciri khas
persatuan Tamansiswa dalam mencapai cita-citanya
Asas Tamansiswa 1922 berisi 7
pasal:
Pasal
1
mengandung
pengertian hidup merdeka guna mencapai hidup tertib damai, salam dan bahagia.
Pasal
2
mengandung
pengertian metode Among sebagai sarana pencapaian hidup merdeka.
Pasal
3
mengandung
pengertian perintah menggunakan peradaban bangsa sendiri sebagai sarana
pemecahan masalah bangsa.
Pasal
4
mengandung
pengertian pemerataan pendidikan.
Pasal
5
memerintahkan
kehidupan mandiri sebagai perwujudan hidup merdeka.
Pasal
6
berani
menolak bantuan yang mengikat
Pasal
7
mengamanatkan
pengabdian terhadap Sang Anak harus dengan suci hati dan kemerdekaan lahir dan
batin.
Ketujuh pasal tersebut
merupakan landasan perjuangan Tamansiswa dalam memperjuangkan kelestarian dan
pengembangan kebudayaan serta dalam memperjuangkan terwujudnya masyarakat
tertib damai, salam dan bahagia.
Tanpa dilaksanakannya Asas Tamansiswa 1922, mustahil
perjuangan Tamansiswa melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional
Indonesia dapat terwujud dengan optimal. Tanpa dilaksanakannya Asas Tamansiswa
1922 mustahil pula perjuangan Tamansiswa mewujudkan masyarakat tertib damai,
salam dan bahagia dapat terwujud.


0 Comments